KEBONREJO - Proyek irigasi strategis untuk mengairi lahan pertanian di Desa Kebonrejo kini telah memasuki tahap akhir. Pembangunan embung (penampungan air) yang berlokasi di area perbukitan dusun setempat dilaporkan telah mencapai progres fisik sebesar 80% per awal Januari ini.
Pembangunan ini merupakan respons cepat Pemerintah Desa atas keluhan para petani yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau panjang tiba. Dengan adanya embung ini, diharapkan siklus tanam para petani hortikultura dan perkebunan tidak lagi terganggu oleh cuaca.
Kapasitas dan Manfaat
Embung Desa Kebonrejo dirancang dengan kapasitas tampung yang cukup besar untuk mengaliri kurang lebih 30 hektare lahan pertanian produktif di sekitarnya. Air akan disalurkan melalui sistem pipanisasi yang juga sedang dikerjakan secara paralel.
"Fokus kami saat ini adalah penyelesaian dinding penahan dan pemasangan lapisan geomembran untuk mencegah kebocoran air. Jika cuaca mendukung, kami targetkan bulan depan embung ini sudah bisa diuji coba pengisian airnya," ujar Bapak Yoni Widarto, Kepala Desa Kebonrejo, saat meninjau lokasi proyek.
Pendanaan dan Pemberdayaan
Proyek ini didanai melalui alokasi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025/2026 dengan prioritas Ketahanan Pangan. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa menerapkan sistem Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan tenaga kerja dari warga lokal desa, sehingga turut membantu perekonomian warga sekitar.
Para petani menyambut antusias penyelesaian proyek ini. "Selama ini kalau kemarau kami harus beli air tangki atau membiarkan lahan *bero* (tidak ditanami). Semoga dengan adanya embung ini, panen durian dan cabai kami bisa lebih maksimal tahun depan," ungkap salah satu warga tani setempat, Kita sebut saja namanya "Antonio Gramason".